Skandal Olahraga, Chintya Candranaya Pesilat Sakti tapi Bohong

VIVA â€“  Sepanjang tahun 2020 ini dunia olahraga di Indonesia seakan mati suri. Hampir tak ada agenda di tahun ini karena pandemi virus corona COVID-19.

Namun, ada satu skandal olahraga yang membuat heboh di tahun ini. Yakni mengenai kesaktian pesilat asal Lampung, Chintya Candranaya yang ternyata hanya pembohongan publik.

Bukan sekali, Chintya kerap membuat gerah para pelaku olahraga beladiri. Pertama, Chintya dalam video yang sempat viral mewawancarai gurunya, Agus Setiawan Jaya. 

Dia mengaku pernah melawan 200 orang sendirian. Alasannya, juga terbilang konyol, karena wanita. Kemudian, pernyataan kontroversial dari manajer Chintya, Anjar Weni, yang menyatakan sang pesilat pernah lawan 40 orang sendirian. 

Lewat kolom komentarnya, Anjar sempat mengundang salah satu warganet membuktikan kesaktian Chintya lewat kolom komentarnya.

Photo :

  • Instagram/@stevewardi

Bukan cuma itu, seorang bernama Ridho mengaku sebagai murid Chintya. Dia menyatakan bisa mengangkat beban yang mencapai 300 kilogram, di mana itu sudah melewati rekor angkatan Eko Yuli Irawan. 

Pengakuan-pengakuan di atas, perlahan terlihat seperti dusta. Apalagi setelah anggota gerakan #BeladiriBersatu menggeruduk markas Chintya di Lampung.

Photo :

  • instagram.com/chintyacandranaya

Gerakan itu digawangi atlet MMA nasional macam Suwardi, Rudy Agustian dan Theodorus Ginting. Tujuan kedatangan mereka adalah ingin mengklarifikasi atas pernyataan-pernyataan Chintya. 

Suwardi cs ingin Chintya memberikan pembuktian atas klaim yang sudah bikin resah dunia beladiri nasional. Apalagi, kontennya telah meresahkan, karena bisa ditiru anak-anak dan berujung cedera. 

Tapi, selama dua hari di Lampung (8-9 Agustus) Becak Lawu sama cs sama sekali tak melihat Chintya maupun Agus menampakkan batang hidungnya. Mereka tak datang, bahkan saat ditunggu di markasnya.

“Dari keduanya, tak ada yang datang. Kami cuma ditemui perwakilan mereka, kuasa hukumnya. Heran juga, kok malah didatangi kuasa hukum. Salah kami apa? Kan cuma mau pembuktian,” kata Suwardi kepada VIVA.

“Kami datangi ke markasnya tak ada juga. Muncul muridnya, lalu mereka mau pembuktian dengan benda-benda kayak gagang sapu berbahan seng, bukan seperti itu maksudnya,” sambungnya.

Chintya Tetap Ngeles
Hari demi hari, makin banyak yang membongkar trik kebohongan Chintya. Semakin terbukti jika yang dilakukannya hanyalah dusta.

Menariknya, Chinya lewat sang manajer tetap mengklaim jika yang dilakukan mereka adalah asli.

“Yang dimaksud editan itu seperti apa? Karena yang saya pahami video yang sudah diposting di youtube itu diedit terlebih dahulu,” kata Anjar kepada VIVA, Selasa 18 Agustus 2020.

“Konten-konten Chintya itu yang diposting hanya yang berhasilnya, meskipun banyak yang gagalnya juga. Cuma yang bisa saya utarakan adalah gerakan beladirinya semuanya asli,” sambungnya.

Hingga saat ini, tak ada titik temu antara pihak Chintya dan Beladiri Bersatu. Sparing yang diinginkan kedua kubu berbeda.

Yang dimaksud Chintya adalah sparing latihan bersama yaitu mengajak nama-nama yang dipilih di atas untuk melakukan apa yang selama ini ia pamerkan, seperti membengkokkan pipa besi, dan menendang pilar tembok. 

Dalam draft itu, Chintya juga mengajukan beberapa persyaratan. “Untuk Budi dan Rudy tiga menit nonstop, untuk Mustadi versus Ridho tiga menit nonstop, untuk saya dan Nirmala Oki lima menit nonstop,” beber Chintya dalam Youtube-nya.

“Kemudian menendang tabung gas 12 kg lima ronde dan setiap ronde lima tendangan. Sparing dinyatakan selesai apabila ada pihak yang menyerah atau tidak bisa melanjutkan,” sambungnya.

Chintya juga meminta Beladiri Bersatu untuk menanggapi draft tersebut dan sudah tiba di Lampung pada Selasa , 13 Oktober 2020. 

Photo :

  • Instagram Chintya Candranaya

“Jika memanjang hingga lama dan tidak dapat bertemu pada waktu yang ditentukan maka kami anggap tidak ada itikad baik untuk berdamai. 

Beladiri Bersatu sempat membalas draft itu. Tapi, menurutnya Chintya, perjanjian yang diajukan Suwardi cs tidak melibatkan pihaknya dan dibuat tidak menimbang pengajuan perjanjian yang mereka tawarkan.

Dalam balasan itu, Beladiri Bersatu telah menyusun nama-nama yang akan berduel. Di antaranya Chintya menghadapi Linda Darrow, Mustadi menghadapi Agus Setiawan Jaya (guru Chintya), Suwardi vs Ridho, Rudy vs Budi, dan Tibenk Aditya vs Anjar Weni.

Selain itu, Beladiri Bersatu juga meminta jika tim Chintya kalah, harus mengakui semua video yang dianggap real adalah editan dan rekayasa.

Kemudian, setelah sparing, Beladiri Bersatu akan mencoba mengikuti kemampuan tim Chintya untuk menendang pilar dan pipa besi.

Beladiri Bersatu juga berjanji jika sudah berdamai, semua konten yang menjadi viral ataupun konflik dengan tim Chintya akan dihapus.

Namun, Chintya dan timnya tidak menerima tawaran itu. Ia memutuskan untuk menarik kembali perjanjian yang ia ajukan dalam draft itu dan menganggap semua masalah telah selesai.

“Apa yang kami sampaikan bertujuan agar masyarakat dapat mengetahui dan menilai bahwa kami berusaha memberikan informasi yang valid dan berimbang. Kami harapkan kebijakan masyarakat dapat melihat semua dengan berimbang,” ucapnya.

Nah, keanehan dari draft perjanjian damai Chintya diungkap oleh akun instagram grapplerreceh. Chintya dan pihaknya meminta #BeladiriBersatu untuk menanggapi draf tersebut pada 13 Oktober 2020. Sedangkan Chintya mengirimkan draft tersebut kepada mediator pada 12 Oktober 2020.

Mau tahu skandal yang menyeret para atlet dunia lainnya? Skandal Olahraga akan hadir setiap harinya. Simak terus di VIVA.co.id.

Related Posts