Nusantara Fokus ke Sport Science, Oleh karena itu Tema Besar HAORNAS

VIVA   – Sport science akan menjadi fokus yang akan dikembangkan pemerintah Indonesia sepanjang 2020 ini. Kampanye terkait pengembangan sport science, sudah dimulai sejak dini dan puncaknya akan menonjol pada 9 September 2020 mendatang pada Hari Olahraga Nasional.

Menteri Pemuda dan Gerak, Zainudin Amali, menyatakan sport science memang sudah seharusnya dikembangkan. Maksudnya tak lain adalah demi peningkatan prestasi olahraga nasional.

Hal paling dasar dalam perluasan sport science adalah kampanye sebab level bawah. Sudah seharusnya, masyarakat paham bagaimana dasar yang sederhana dari sport science.

Seperti, ketika berolahraga, sebelum masuk ke dalam bagian berat, orang-orang wajib melakukan peregangan atau pemanasan. Hal ini terkadang luput dari aktivitas olahraga kelompok, padahal peran peregangan atau pemanasan begitu penting.

Maka dari itu, program Workout at Home (WAH) digaungkan selama masa pandemi virus corona COVID-19. Program ini diluncurkan pada Juni 2020 lalu, secara tujuan menjaga kebugaran masyarakat. Akan tetapi, agenda besarnya adalah bagaimana membidikkan masyarakat agar bisa berolahraga rendah dengan berlandaskan sport science.

“Olahraga apapun yang kita lakukan dasarnya harus dengan sport science. Terus terang Indonesia sekarang ini tertinggal dengan negara lain. Dengan sport science kita mampu mengukur kemampuan, dan talenta-talenta dengan ada bisa diarahkan cocoknya tempat di mana, kekuatannya di mana, ” kata Zainudin Amali, Jumat 10 Juli 2020.

Dalam pengembangan sport science, pemerintah melalui Kemenpora bermaksud untuk menjaring berbagai profesional dengan ada di Indonesia. Nantinya, itu akan diminta untuk memberikan dedikasi dalam pengembangan sport science pada Indonesia.

“Tentu ada instruktur-instruktur yang profesional kami ajak kerja sama, dan cabang-cabang gerak yang ikut menyumbangkan kemampuannya. Barang apa yang mau kami tunjukkan ke masyarakat sebagai tutorialnya maka harus mengajak ahlinya. Sebab kalau yang tak ahli, mana mungkin dia memberikan panduan, ” jelas Zainudin Amali.

Related Posts